Pasar Malam Sekaten berada tepat di alun-alun Jogja yang juga terletak di pusat kota Jogja. Pasar Malam Sekaten ini dibuat untuk merayakan perayaan sekatendan termasuk ke dalam salah satu tempat wisata malam di Jogja yang selalu ramai pengunjungnya baik di hari biasa ataupun akhir pekan. Pasar Malam ini disebut juga sebagai pesta rakyat di mana setiap pengunjung yang datang bebas berbelanja dengan harga murah meriah.

Perayaan sekaten adalah sebuah tradisi yang sudah sering dirayakan oleh masyarakat kota Jogja setiap bulan Mulud di kalender hijriah. Ada ratusan stand yang disediakan di sana dari mulai stand kuliner, fashion, stand kebudayaan, stand keagamaan, stand ekonomi kerakyatan, dan lain-lain.

Pasar Malam sekaten setiap tahunnya mengusung tema penggabungan dari ketiga elemen yaitu ekonomi, kebudayaan, dan religi. Perayaan sekaten ini selalu dirayakan setiap tahun di akhir tahun biasanya. Namun menurut Sri Paduka Paku Alam, ada yang dilupakan dari perayaan sekaten ini, yaitu tidak adanya permainan tradisional yang di zaman dahulu sering menghiasi keseruan pasar malam, yang ada malah permainan seperti bianglala, rumah hantu, dan jenis lainnya.

Dalam hal ekonomi kerakyatannya, pemerintah kota Jogja mentargetkan pendapatan kota mencapai hingga 1 milyar. Semua itu berasal dari retribusi, sewa stand bagi orang-orang yang berjualan di pasar malam, dan masih banyak lagi. Bahkan, dalam rencana ke depan, pemerintah kota akan menciptakan tema kuliner bagi kota Jogja pada perayaah Sekaten ini.

Dakwah Islam di Pasar Malam Sekaten

Perayaan sekaten sebenarnya adalah perpaduan antara seni dengan dakwah islam pada masyarakat. Kedua paduan tersebut diselenggarakan di tempat yang berbeda. Untuk media dakwah bertempat di Masjig Agung Kauman Jogja sedangkan untuk seni ditempatkannya di Alun-alun dengan menggelar acara Pasar Malam Sekaten tersebut. Selain kesenian, anda juga bisa menikmati berbagai arena permainan yang ada di sana. Misalnya bom-bom car, tong setan, rumah hantu, dan masih banyak lagi.

Hal yang sangat disayangkan dari pesta budaya ini yaitu, sampah yang menggunung setelah pesta berakhir. Kurangnya kesadaran masyarakat dalam membuang sampai di tempatnya, seolah merusak kesakralan Pasar Malam Sekaten yang sengaja dibuat untuk rakyat Jogja. tapi harus dirusak oleh rakyat Jogja itu sendiri. Untuk masuk ke kawasan wisata ini, anda hanya akan dikenakan biaya parkir saja yang berkisar di Rp 2.000,- hingga Rp 5.000,-.